‏‏‎ ‎

Merti Desa Penggung, Ketua DPRD Katakan Kenaikan PBB Adalah Penyesuaian NJOP

BOYOLALI – Merti Desa atau bersih Desa yang sangat akrab di telinga penduduk Boyolali, merupakan sebagai upacara adat, memiliki makna spiritual di baliknya. Pertama-tama bersih desa bertujuan untuk mengungkapkan syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang didapat. Selanjutnya, upacara bersih desa bertujuan untuk memohon perlindungan kepada danyang sebagai penjaga sebuah desa. Terakhir, tujuan bersih desa adalah untuk memohon berkat agar hasil panen berikutnya melimpah. Selain itu, bersih desa juga memuat tujuan solidaritas di dalamnya. Makanan yang menjadi santapan bersama adalah hasil sumbangan warga sendiri.

Desa Penggung, Kecamatan Boyolali, merupakan salah satu daerah yang masih melestarikan Merti Desa yang dilaksanakan sudah lebih dari satu abad lamanya. Pada acara puncaknya pada Selasa (6/3/2018) digelar Pagelaran wayang yang digelar oleh  Ki Bayu Aji Pamungkas, dalang muda yang energik dan mahir dalam perang kembang,anak dari Ki Anom Suroto, dalang Kondang dan gaek, dengan Lakon Wahyu Makutoromo menyedot animo masyarakat sekitar, bermacam warung  makanan dan pernak pernik berjajar menjajakan dagangannya, sangat meriah saat itu, terdapat layar besar ditengah jalan untuk membantu para pengunjung  menikmati pertunjukan wayang tanpa harus berdesakan secara langsung melihat wayang tersebut.

Ketua DPRD Boyolali, S. Paryanto, SH, MH, naik ke panggung saat acara Limbukan yang merupakan salah satu sesi untuk penerangan kepada para penonton, “Kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang kali ini terjadi adalah penyesuaian dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), dengan adanya kenaikan Nilai jual Tanah dan Bangunan maka Pajak pun menyesuaikan, Hal ini dikarenakan Visi Bupati mewujudkan Boyolali Pro Investasi” Ungkapnya setelah menangkap keresahan masyarakat tentang kenaikan pajak PBB. Selain itu Beliau juga menekankan untuk menjaga kerukunan antar warga dan siap menerima aspirasi dari masyarakat.

Desa Penggung berharap mempunyai  Gedung serba guna yang rencana akan ditempatkan di tempat pagelaran Wayang tersebut, karena dari pertama kali diadakan wayangan tempat tersebut selalu digunakan untuk pagelaran Wayang. Oleh Ketua DPRD disarankan untuk membuat proposal dan segera diajukan untuk ditindak lanjuti. (Humas_Hoed)

Berita Terbaru