‏‏‎ ‎

Dewan Aktif Kawal Bencana Banjir Banyudono

DPRDBOYOLALI – Bencana banjir yang merendam belasan rumah di wilayah Desa/Kecamatan Banyudono akibat meluapnya saluran air yang ada di samping jalan raya Solo-Semarang, Kamis (17/2/2017), mendapat perhatian penuh DPRD Boyolali.
Banjir selain merendam wilayah Pasar Ngancar dan Dukuh Gatak, Desa/Kecamatan Banyudono itu, juga memakan korban jiwa anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali. Korban, Toni Arifin, tewas terseret arus saat aksi kemanusiaan penanganan banjir yang terjadi Kamis petang itu.
Saat bencana terjadi, Ketua DPRD Boyolali, S Paryanto, langsung memantau di lokasi setelah mendapat laporan warga. Selain itu juga terlihat Ketua Komisi III, Lambang Sarosa, turut memantau genangan banjir sedalam hingga satu meter lebih. Ketua dewan bahkan ikut menunggui proses pencarian korban hingga malam, yang akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, termasuk ikut ke RSU Pandanarang saat evakuasi korban.
Ketua DPRD Boyolali, S Paryanto mengungkapkan, pihaknya segera memanggil antara lain Dinas Pekerjaan Umum untuk meminta keterangan penyebab banjir di Banyudono. Menurut Paryanto, yang saat kejadian berada di lokasi memantau langsung, banjir yang terjadi kali ini cukup parah dan harus segera dicarikan solusi.
“Segera kami minta keterangan dari DPU maupun instansi terkait lainnya, mengapa terjadi seperti ini dan apa solusinya supaya tidak lagi terjadi banjir,” ungkap Paryanto.
Banjir yang terjadi di wilayah Desa Banyudono tersebut, terutama diakibatkan luapan sungai yang ada di pinggir jalan raya. Dari hasil investigasi DPRD, yang dipimpin langsung Ketua Dewan S Paryanto dengan jajaran Komisi III, menemukan luapan sungai tersebut karena tidak mampu menampung aliran air dari wilayah atas. Terutama dikarenakan banyak saluran yang tidak berfungsi maksimal dan sungai di pinggir jalan raya tersebut semakin kecil akibat pembangunan jalan beberapa tahun lalu.
Terkait ini, DPRD menurut Paryanto, segera berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Boyolali. Jajaran DPRD bahkan bersama Wakil Bupati Boyolali, M Said Hidayat, juga langsung meninjau sejumlah lokasi saluran air untuk merumuskan solusi cepat penanganan banjir.
Hasilnya, perlu dilakukan normalisasi parit yang berada di barat pabrik atau gudang cengkih di Dukuh Gatak, Desa Banyudono. Saluran air tersebut yang dari arah Desa Ketaon maupun dari arah Kecamatan Teras yang lebih tinggi. Selain itu juga muncul rencana pembuatan sudetan dari sungai di pinggir jalan raya ke arah Kali Pepe di utara desa.
“Yang paling cepat dan memungkinkan itu yang harus dikerjakan,” tegas Paryanto.
Rumusan solusi tersebut kemudian langsung dieksekusi dengan gotong-royong masyarakat bersama Pemkab Boyolali. Dipimpin Wakil Bupati Boyolali, M Said Hidayat dan jajaran Muspika Banyudono, ratusan masyarakat dari berbagai elemen, membersihkan saluran air yang ada di barat Dukuh Gatak, Desa/Kecamatan Banyudono, Jumat (3/3/2017). Selain membersihkan parit-parit, juga dilakukan normalisasi saluran air yang menuju ke sungai pinggir jalan raya dengan menggunakan alat berat.
Camat Banyudono, Rita Puspitasari, menyatakan harapannya dengan dinormalkannya saluran air tersebut, dapat mengantisipasi banjir yang menggenangi wilayah Dukuh Gatak. “Harapan kami langkah ini terus dilakukan secara berkala oleh masyarakat,” kata dia yang juga mengimbau agar masyarakat juga tertib, tidak kemudian membuang sampah di saluran air. (Humas DPRD)

Berita Terbaru